Aku hanya

Posted: Desember 25, 2010 in cewek Manado, dokter, puisi

Aku hanya tak bisa membuka hati lagi

karna luka yang  tak  ku tahu kapan kan pergi

dan sebuah kejujuran yang terdengar lirih

kalau ternyata ketukanmu di pintu hati

tak berarti apa-apa

maafkan…..


#30harimenulispuisi; day#14 “Kejujuran”

Iklan
Komentar
  1. Jerry Tertamulia berkata:

    Kali ini kok kayaknya tidak terasa seperti puisi…
    Hmmm…

  2. riniramli berkata:

    wah, ada luka yg tak kunjung sembuh, mba? mungkin saja, dia yg mengetuk itu menawarkan obat… 🙂

  3. drliebig berkata:

    alergi obat minum antihistamin pasti sembuh…kalo luka masih basah, cek GDS ya? hahahaha…

  4. anang nurcahyo berkata:

    puisinya sadis banget. jngn sampe trauma sepanjang masa aja..

  5. inge berkata:

    tak membuka hatinya untuk satu orang aja kan? he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s