Sepucat Rembulan

Posted: Desember 13, 2010 in dokter

malam ini terlalu letih kan, sayang

melihatmu tersenyum dalam mimpiku

dengan rasa yang terus memburu ini

namun aku tak bisa bergerak dari sini

dan tetap saja aku melihatmu tersenyum dalam mimpiku

ingin rasanya ku bawa bercermin di langit biru

membasuh segala kenangan dalam ragu

tapi sudahlah, sayangku

akhir-akhir ini sepertnya tak perlu dipertanyakan lagi

seperti mengapa ternyata rembulan itu pucat

sepucat senyummu dalam mimpi-mimpiku

 

 

Manado, 13 Desember 2010

#30harimenulispuisi, day #4 “pucat”

Komentar
  1. tfd mengatakan:

    dapat gambare darimana TS? koq sendu amat bulannya? ^^

  2. inge mengatakan:

    senyum yang tersaji pucat dalam mimpi
    apakah karena hati yang sedang merindu
    atau tersakiti hingga tak dapat menemukan
    sebuah keindahan senyuman >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s