Senja Merah di Bukit Ilalang

Posted: Desember 13, 2010 in dokter

Terbenam

dalam jingga

seperti mimpi

seperti melihat sebuah senyuman

yang kemudian menghilang

dan malam

adalah tempat embun bersemayam

tapi

bisakah tunggu sebentar lagi

karena senja begitu sendu

dan kuingin mengubur sepi

di jingga yang akan segera tenggelam


Manado, 13 Desember 2010

#30harimenulispuisi, day#5 “senja”

Komentar
  1. inge mengatakan:

    bener dech ya… dari puisi day 1 ampe day 5, karena dibuat dalam satu hari… temanya beda tapi subtemanya sepertinya : sedih… karena penulis lagi sedih >.<

    duuuh… kalo dibuat lima hari… dan sedih semua… masa' sedih terus mba' *dikeplak*

    dan satu yang aku temukan dari ke lima puisi itu… tentang lelah dan mimpi… seperti ingin menyudahi tapi tak rela *berlagak jadi para normal*

    senja ini mungkin sendu sayang
    dan senyuman layaknya mbulan pucat
    yang datang sebelum waktunya
    sedang mimpi, ah hanya makin membuat air mata
    bagai hujan, walau hanya gerimis
    dan kemudian membatu
    karena lelahnya pada perjalanan yang entah berakhir kapan >.<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s