KEHAMILAN RISIKO TINGGI

Posted: Juli 18, 2010 in dokter, Obstetri, sex

Apakah Kehamilan risiko tinggi itu?

Kehamilan risiko tinggi merupakan kehamilan yang memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar pada waktu kehamilan maupun persalinan bila dibandingkan dengan Ibu Hamil yang normal.

Apa saja yang tergolong Kehamilan risiko tinggi?

Kehamilan risiko tinggi dibagi dalam 4 golongan:

  1. Penyakit yang menyertai kehamilan
  • Penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan ginjal misalnya darah tinggi, rendahnya kadar protein dalam darah dan tingginya kadar protein dalam urin.
  • Inkompatibilitas darah atau ketiksesuaian golongan darah misalnya pada janin dan ibu yang dapat menyebabkan bahaya baik bagi janin maupun ibu seperti ketidaksesuaian resus.
  • Endokrinopati atau kelainan endokrin seperti penyakit gula
  • Kardiopati atau kelainan jantung pada ibu yang tidak memungkinkan atau membahayakan bagi ibu jika hamil dan melahirkan.
  • Haematopati atau kelainan darah, misalnya adanya gangguan pembekuan darah yang memungkinkan terjadinya perdarahan yang lama yang dapat mengancam jiwa.
  • Infeksi, misalnya infeksi TORCH (Toksoplasma, Rubella, Citomegalo virus dan Herpes simpleks), dapat membahayakan ibu dan janin.

  1. Penyulit kehamilan
  • Partus prematurus atau melahirkan sebelum waktunya yaitu kurang dari 37 minggu usia kehamilan. Hal ini merupakan sebab kematian neonatal yang terpenting.
  • Perdarahan dalam kehamilan, baik perdarahan pada hamil muda yang disebabkan oleh abortus atau keguguran, kehamilan ektopik atau kehamilan diluar kandungan dan hamil mola, maupun perdarahan pada triwulan terakhir kehamilan yang disebabkan oleh plasenta previa atau plasenta (ari-ari) yang berimplantasi atau melekat tidak normal dalam kandungan dan solutio plasenta atau pelepasan plasenta sebelum waktunya.
  • Ketidaksesuaian antara besarnya rahim dan tuanya kehamilan, misalnya hidramnion atau cairan ketuban yang banyak, gemelli atau kehamilan kembar dan gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan.
  • Kehamilan serotin atau kehamilan lewat waktu yaitu usia kehamilan lebih dari 42 minggu.
  • Kelainan uterus atau kandungan, misalnya bekas seksio sesarea dan lain-lain
  1. Riwayat obstetris yang buruk
  • Kematian anak pada persalinan yang lalu atau anak lahir dengan kelainan congenital (cacat bawaan)
  • Satu atau beberapa kali mengalami partus prematurus atau melahirkan belum pada waktunya.
  • Abortus habitualis atau keguguran yang terjadi berulang kali dan berturut-turut terjadi, sekurang-kurangnya 3 kali berturut-turut.
  • Infertilitas tidak disengaja lebih dari 5 tahun yaitu tidak merencanakan untuk menunda kehamilan dengan cara apapun, tapi selama 5 tahun tidak hamil.
  1. Keadaan ibu secara umum
  • Umur ibu, kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun
  • Paritas atau banyaknya melahirkan, berisiko tinggi pada ibu yang sudah melahirkan lebih dari 4 orang anak.
  • Berat badan ibu, yaitu ibu yang terlalu kurus atau ibu yang terlalu gemuk.
  • Tinggi badan ibu, yaitu tinggi badan kurang dari 145 cm.
  • Bentuk panggul ibu yang tidak normal.
  • Jarak antara dua kehamilan yang terlalu berdekatan yaitu kurang dari 2 tahun.
  • Ibu yang tidak menikah, berhubungan dengan kondisi psikologis
  • Keadaan sosio ekonomi yang rendah
  • Ketagihan alkohol, tembakau dan morfin.

Bahaya apa saja yang dapat ditimbulkan oleh kehamilan dengan risiko tinggi ?

Bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kehamilan risiko tinggi bisa terjadi pada janin maupun pada ibu. Antara lain:

–          Bayi lahir belum cukup bulan.

–          Bayi lahir dengan berat lahir rendah (BBLR)

–          Keguguran (abortus).

–          Persalinan tidak lancar / macet.

–          Perdarahan sebelum dan sesudah persalinan.

–          Janin mati dalam kandungan.

–          Ibu hamil / bersalin meninggal dunia.

–          Keracunan kehamilan/kejang-kejang.

Bagaimana pengelolaan kehamilan risiko tinggi?

  1. Kehamilan dengan risiko tinggi harus dibina oleh seorang ahli kebidanan yang harus melakukan pengawasan yang intensif, misalnya dengan mengatur frekuensi pemeriksaan prenatal.

Pengawasan yang intensif mungkin memerlukan opname.

  1. rumah sakit yang mengawasi kehamilan dengan risiko harus mempunyai fasilitas untuk melakukan diagnostik perinatal karena sering diperlukan pemeriksaan kadar oestriol atau HPL. Cephalometri dengan ultrasound, registrasi rythme bunyi jantung anak dan pemeriksaan air ketuban dengan amnioskopi atau amniocentesis.
  2. Konsultasi diperlukan dengan ahli kedokteran lainnya terutama ahli penyakit dalam dan ahli kesehatan anak. Pengelolaan kasus merupakan hasil team work antara berbagai ahli.
  3. Pengakhiran kehamilan perlu dipertimbangkan oleh team tersebut dan juga apakah dipilih induksi persalinan atau seksio.

Apakah kehamilan risiko tinggi dapat dicegah ?

Kehamilan risiko tinggi dapat dicegah bila gejalanya ditemukan sedini mungkin sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikinya.

Bagaimana pencegahan kehamilan risiko tinggi dapat dilakukan ?

–          Dengan memeriksakan kehamilan sedini mung    kin dan teratur ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.

–          Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.

–          Bila ditemukan kelainan risiko tinggi pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.

–          Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

Apa yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk menghindari bahaya kehamilan risiko tinggi ?

–          Dengan mengenal tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

–          Segera ke Posyandu, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat bila ditemukan tanda-tanda kehamilan risiko tinggi.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Tim Pengajar Obstetri dan Ginekologi UNPAD. Kehamilan dan persalinan dengan risiko. Dalam: Obstetri patologi. Bandung: Elstar Offset, 1984; 260-2
  2. Wiknjosastro H. Ilmu kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 1999
  3. Ibu hamil risiko tinggi. Available from:

http:///www.hanyawanita.com/mother_child/pregnancy. Last updated, 2004

Komentar
  1. abdy mengatakan:

    i like this !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s