Endometriosis

Posted: Maret 27, 2010 in dokter
Tag:

û     Endometriosis misteri

–        Aspek teori : patogenesa tidak jelas

–        Aspek klinik : beragam gejala dan diagnosis sukar

–        Aspek pengobatan : pengobatan tidak tuntas dan kekambuhan fungsi

û     Berhubungan dengan infertilitas

û     Insidensi

–        Ditemukan saat laparatomi sekitar 8 – 3 %

–        Usia 20-30 tahun

–        Morbiditas tinggi

–        Infertilitas ( 30 -40%)

KLASIFIKASI :

  1. Internal : didalam miometrium = ADENOMIOSIS
  2. Eksternal  di luar uterus = TRUE ENDOMETRIOSIS

LOKASI YANG SERING :

–        ovarium

–        parametrium (rotundum, sakrouterina, latum)

–        septum rektovaginal

–        peritoneum pelvis

ETIOLOGI : (TEORI)

  1. Iatrogenik : tindakan (operasi/ kuretase/ periksa saat haid)
  2. Imunologi : profil antibody = autoimun

Penderita endometriosis cenderung S.L.F. 2 kali

  1. Genetik : insiden kembar tinggi
  2. Implantasi / regurgitasi Sampson : regurgitasi darah endometrium saat haid dan implantasi
  3. Metaplasia Meyer : perubahan abnormal sel yang berasal dari epitel coelom embrional
  4. Genitoblas De Snoo : sel genitoblast potensi berubah jadi endometrium
  5. Penyebaran limfogen (Halban) : metastatik via limf
  6. Penyebaran hematogen : pembuluh darah, menjelaskan endometriosis di tempat jauh                   (hidung, dll)

DEFINISI :

Ditemukan jaringan ektopik (diluar permukaan dalam uterus) yang mempunyai susunan histologis dan fungsi endometrium dipengaruhi oleh hormon ovarium.

GEJALA DAN TANDA :

–        Sangat bervariasi

–        Besarnya lesi tidak ada hubungannya dengan berat-ringannya gejala

–        Penting  adalah lokasi dan kepekaan terhadap hormonal.

GEJALA DAN TANDA :

  1. Dismenorea

–        Paling sering

–        Terutama lokasi lesi di rektovaginal / sakrouterina

–        Beberapa hari pre- haid, bertambah saat haid dan menetap setelah haid

–        Disebabkan adanya darah / deskuamasi jar endometrium

–        Mungkin prostaglandin berperan.

  1. Dispareunia

–        Lesi di sakrouterina / vagina

–        Disertai konstipasi / nyeri defekasi

  1. Infertilitas

–        Karena endometriosis (30-40%)

–        Resiko infertile 20 kali lebih besar

–        Jelas ada kaitannya

–        Tetapi sebabnya ??, diduga “:

  • Disfungsi tuba dan mekanisme penangkapan/ pengangkutan ovum
  • Terjadi retroposisi uterus perlekatan, defek ovarium atau disfungsi fase luteal
  • Perubahan hormonal inflamasi intraperitoneal, perubahan seluler dan protein cairan peritoneal à perjalanan ovum terganggu
  • Perubahan sistem imun à antibody antiendometrium mencegah nidasi
  1. Nyeri waktu defekasi / saat haid
  2. Gangguan pola haid
  3. Nyeri suprapubik / disuria / hematuria

PENGOBATAN :

  1. Bedah
  • Konservatif : eksis, fulgurasi

jaringan endometrium, reseksi organ pelvis

  • Radikal : HTSOB
  1. Hormonal

û     Dasar pengobatan : regresi endometrium seperti : kehamilan, menopause

û     Jenis hormonal :

ü   Estrogen :

–          Menekan ovulasi è hiperplasi, terlepas

–        Dietilstilbestrol 400 mg : atrofi endometrium, MPA 100 mg/minggu (6-9 bulan)

ü   Androgen

–        Menghambat pertumb endometrium

–        Testosterone 5 – 10 mg/hari

–        ES : hirsustisme, hipertrofi klitoris, Acne

ü   Antigonadotropin

–        Menekan FSH /LH

–        Efek kastrasi à pseudomenopause

û     Pengobatan dengan laser

–        Secara laparoskopi

–        Fulgurasi

–        Adhesiolisis

DIAGNOSIS :

Berdasarkan :

–        Gejala dan tanda

–        Pem fisik ginekologik (bimanual)

–        Laparoskopi

–        Laparotomi

MIKROSKOPIK

  1. Kelenjar endometrium (proliferasi)
  2. Stroma endometrium
  3. Makrofag / hemosiderin
  4. Perdarahan lama / baru
  5. Sel radang / jar fibrosis

PATOLOGI :

  1. Implant : kumpulan kelenjar yang tumbuh berdekatan membentuk suatu lesi D G mikroskop sampai beberapa cm.
  2. Plaque : kumpulan implant D G berbagai bentuk & ukuran & tonjolan
  3. Nodule : bentuk plaque sudah dapat mulai diraba (menonjol)
  4. Endometrioma : implant / plaque/ nodule berwarna biru / kehitaman okad hemosiderin, membentuk suati kista coklat (ovarium)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s