Duh Tubuh

Posted: Maret 27, 2010 in Uncategorized
Tag:, , , ,

Pengambilan bahan untuk pemeriksaan laboratorium infeksi menular seksual

A. Pengambilan bahan duh tubuh uretra pasien pria :

• Bersihkan meatus dgn kasa bersih dan kering

• Duh tubuh uretra diambil dgn sengkelit (sengkelit masuk ke dlm uretra sampai melewati fosa navikulare),

utk keperluan :

 Pembuatan sediaan apus (pengecatan Gram) à dioles pd gelas objek

 Pemeriksaan kultur gonokokus à diletakkan pd media kultur

 Dengan swab khusus utk pemeriksaan Chlamydia

• Bila duh sangat sedikit

 urut uretra

B. Pengambilan bahan duh tubuh genital pasien wanita :

Dgn spekulum di dlm vagina (pasien nyonya), dilakukan pengambilan bahan pemeriksaan dgn sengkelit untuk pembuatan sediaan apus dari :

o Serviks (pewarnaan Gram, kultur, dgn lidi kapas khusus utk pemeriksaan C. Trachomatis)

o Forniks posterior (sediaan basah à campur dgn setts larutan NaCl fisiologis di atas gelas objek)

o Dinding vagina ( dpt juga dgn lidi kapas steril)

o Uretra

o Duh tubuh dicampur dgn setetes larutan KOH 10%

à deteksi bau amis spt ikan

à vaginosis bakterial (sniff test) Pasien dgn status nona tdk dilakukan pemeriksaan inspekulo, sehingga bahan diambil dgn sengkelit dari vagina dan uretra

Pemeriksaan untuk ulkus genital Selalu gunakan sarung tangan pelindung !

Ulkus karena sifilis :

 Ulkus dibersihkan dgn kain kasa yg dibasahi lar. Salin

 Ulkus ditekan di antara ibu jari dan telunjuk, sampai keluar cairan serum

 Serum diambil dgn ujung kaca tutup, tutup di atas gelas objek yg telah ditetesi 1 tts lar. salin fisiologis

 Periksa dgn mikroskop lapangan gelap

Ulkus mole :

 Ulkus dibersihkan dgn kain kasa yg dibasahi lar.salin fisiologis

 Eksudat serum diambil dgn ujung gelas objek, oles dlm satu arah pd gelas objek yg lain

 Warnai dgn pewarnaan Gram atau Unna Pappanheim Bila hsl negatif à ulangi kedua pemeriksaan 3 hari berturut-turut

PEMERIKSAAN LABORATORIUM INFEKSI MENULAR SEKSUAL

 Pemeriksaan sederhana :

1. Sediaan apus dgn pewarnaan Gram (utk leukosit, mikroorganisme, ragi, clue cell)

2. Sediaan basah dgn larutan NaCl fisiologis (utk Trichomonas vaginalis )

3. Duh tubuh ditetesi lar. KOH 10% (utk vaginosis bakterial, sniff test)

 Pemeriksaan lain :

1. Tes serologik, mis. RPR, VDRL, TPHA (utk Treponema pallidum)

2. Pemeriksaan dgn mikroskop lapangan gelap (utk T. Pallidum)

3. Kultur

4. Enzyme immunoassay (EIA)

5. Hibridisasi DNA

6. Ligase chain reaction (LCR) Pendekatan Sindrom (Syndrome Approaching)

 Bagi yang tidak memiliki fasilitas & pengalaman, dapat memanfaatkan pendekatan sindrom dengan memperhatikan alur-alur dan selanjutnya dikonsulkan

 Pendekatan ini relatif bagus, tetapi untuk IMS seyogyanya memiliki kemampuan diagnostik/ laboratorium yang baik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s