Penyakit-penyakit Medula Spinalis

Posted: Maret 13, 2010 in Uncategorized
  1. Lesi MS berdasarkan topografi
  2. Lesi kongenital & perinatal MS
  3. Lesi traumatic MS
  4. Tumor & lesi desak ruang MS
  5. Inflamasi, alergik & toksik MS & selaput
  1. I. KLASIFIKASI TOPOGRAFI MS

a). Lesi Transversa

☺     Level sensorik dimana di bawahnya seluruh modalitas sensorik menghilang dari derajat ringan sampai berat.

☺     Spastisitas atau paraparese anggota gerak bawah.

☺     Gangguan berkemih

☺     Kadang-kadang terdapat deficit segmental pada level setinggi lesi.

☺     Kadang-kadang tinggi lesi ditentukan oleh perubahan refleks.

b). Lesi unilateral

Sindrom Brown-Seqward (nyeri selalu kontralateral)

c). Lesi intramedular

B       Sapastisitas bagian bawah tubuh ipsilateral kaudal dari lesi.

B       Gangguan sensasi nyeri &  temperatur yang bersifat segmental & disosiatif.

B       Kadang-kadang gangguan sensorik disosiatif yang mengenai seluruh badan bagian distal dari lesi.

B       Paralisis perifer & hilang refleks disertai atrofi otot pada lesi kornu anterior setinggi lesi tersebut.

B       Sensasi gerakan & sensibilitas dalam, lebih atau kkurang utuh.

B       Gangguan berkemih.

d). Lesi Spinal Anterolateral

☺     Paraspastisitas atau paraparesis

☺     Gangguan sensorik disosiatif setelah kaudal dari lesi.

☺     Sensasi gerakan & sensibilitas dalam tetap utuh.

☺     Gangguan berkemih.

e). Lesi Kolumna

  • Parasimpatis spastis murni
  • Gangguan sensibilita dalam
  • Kombinasi kedua keadaan di atas.
  1. II. LESI TRAUMATIK MS

a. Gambaran sindroma Transversa (Total)

a). Lesi Transversa Total Akut

☺     Paraplegia flaksid à coz masih ada syok spinal, shg belum ada tanda UMN (masih LMN)

☺     Releks ¯ / –  dan tanpa tanda-tanda gangguan piramidal

☺     Seluruh modalitas sensoris menghilang

☺     Kontrol miksi & defekasi menghilang

☺     Hilangnya efek tonik dari stimulus kortikospinal pada kornu anterior.

b). Stadium lanjut, berhubungan lesi Transversa Kronik

Ä      Akibat hipersensitivitas neuronal terhadap denervasi.

Ä      Traktus everen mudah terserang

Ä      Menimbulkan berbagai fenomena khas, yaitu :

–          Gangguan motorik

–          Gangguan sensorik

–          Otomatisme MS

–          Perubahan trofik

–          Perubahan hipotensif

–          Komplikasi hipertensif.

c). Gangguan kandung kemih

  • Kandung kemih neurogenik tidak terkontrol
  • Kandung kemih refleks
  • Kandung kemih deafferensi
  • Kandung kemih deefferensi
  • Kandung kemih denervasi

KLASIFIKASI TRAUMA MS BERDASARKAN FUNGSI NEUROLOGIS

  1. 1. KLASIFIKASI FRANKLE

a)       Complete : fungsi motorik & sensorik (+)

b)      Incomplete-Preserve sensation only : fungsi motorik (-), fungsi  sensorik (+)

c)      Incomplete-Preserve Motor non-functional : fungsi motorik (+), sensorik (-)

d)      Incomplete-Preserve Motor Functional : fungsi motorik (+) à dapat digunakan

e)       Complete Recovery : fungsi sensorik & motorik (N)

ASPEK LESI TRAUMATIK MEDULA SPINALIS

  1. Konkusio Spinal

–          Lesi transversa total yang akut.

–          Sembuh sempurna dalam beberapa jam/hari

  1. Kontusio Spinal
  • Kerusakan traumatik
  • Fraktur dislokasi vertebra
  • Fragmen tulang lepas
  • Discus intervertebralis prolaps/sublukasasi
  • ± 25%  à lesi total.
  • 57% lesi tidak total à perbaikan spontan
  • level klinis tidak selalu berhubungan dengan level dengan kerusakan kolumna vertebralis.
  • Paling sering terkena : C5, T4. T10, L1
  1. Mielomalasia

Ä      Infark patologis hanya setelah interval laten beberapa jam atau beberapa hari setelah trauma

Ä      Komplikasi lanjut :

Ä      à  SIRINGOMIELIA à intervensi bedah.

  1. Kompresi MS
  • Oleh factor mekanik, seperti : discus intervertebralis yang prolaps, hematoma epidural.
  • Bisa spontan oleh karena : komplikasi terapi antikoagulan, trauma lahir & aktivitas fisik.
  • Gambaran klinis à nyeri pinggang lokal hebat à paraplegia.
  1. Hematomielia

☺     Perdarahan ke dalam bagian sentral dari MS

☺     Deficit klinis yang tipikal :

–          Sindrom Transversa parsial

–          Sindrom Brown Seqward

–          Gangguan sensorik

–          Spastisitas distal.

☺     Penyebab paling sering à TRAUMA

☺     Level klinis naik beberapa segmen :

–          Nyeri lokal

–          Cervical bawah sering kena

–          CSS bisa bercampur darah.

  1. Lesi Konus

B       Pada level setinggi L1

B       Gangguan urinari, defekasi, fungsi seksual, gangguan sensorik disosiatif (pada S3-S4) dan koksigeal pada segmen-segmen ini, fungsi motorik tetap baik.

B       Penyebab : trauma, neoplasma, insufisiensi vaskular, mis : aneurisme otak.

  1. 7. Sindroma Kauda Equina (tidak ada gangguan pyramidal)
  • Menyerupai fraktur , terutama prolaps discus vertebralis lumbal traumatic di bawah L1-L2.
  • Paralisis flaksid ekstremitas bawah dengan gangguan seluruh modlitas sensorik seperti anestesia pelana, refleks menghilang, paralisis sfingter. Tidak ada gangguan piramidal.

  1. III. DIAGNOSIS
  • Pemeriksaan neurologis
  • Pemeriksaan rontgenologik
  • LP
  • Mielografi
  • CT-Scan & MRI
  1. IV. PENANGANAN
    1. Diagnosis

–          Pemeriksaan neurologis

–          Pemeriksaan Rontgenologik

–          LP

–          Mielografi (pada daerah yg diduga ada tumor)

–          CT-Scan & MRI

  1. Operatif
  2. Rehabilitasi (bila tidak ada KI)

–          Ssegera setelah trauma

–          Cegah dekubitus (biasa pneumonia) /pembentukan batu ginjal, dll.

  1. V. TUMOR MS

Gejala-gejala gangguan MS yang disebabkan oleh kompresi yang mempunyai karakteristik SBB :

  1. Gangguan fungsi motorik : kelumpuhan otot, tanda gangguan piramidal.
  2. Gangguan sensorik distal,  awal penyakit à tidak jelas batasnya.
  3. Gangguan urinaria.
  4. gangguan sensorik radikuler (meyebar)
  5. hilangnya refleks superfisial & regleks tendon.
  6. Nyeri skiatika
  7. deformitas kolumna vertebralis
  8. X-Foto : destruksi tulang, pelebaran kanalis servikalis, destruksi processus spinosus, hemangioma vertebralis.
  9. LP : kadar protein sangat tinggi (SINDROM FRUIN)

TUMOR GANAS DALAM KANALIS SPINALIS

a). Neurofibroma

  • 1/3 dari seluruh tumor spinal
  • paling sering pada regio torakal bawah & lumbal.
  • Nyeri radikuler.
  • Jika tumor tumbuh dalam foramen intervertebralis & mendesaknya à  Pertumbuhannya intra & ekstraspinal à disebut NEUROFIBROMA.
  • Bisa sendiri atau salah satu manifestasi dari neurofibromatosis Generalisata (VON RECLING HAUSEN)

b). Meningioma

  • 1/3 dari lesi desak ru\ang intraspinal.
  • Bertahun-tahun à kompresi MS yang berat.
  • Lokasi sering pada tulang belakang torakal
  • Gambaran mielografik : masa bulat yang tumbuh dari dura dan mendesak MS.

c). Metastasis

Ä      Biasanya deposit tumor pada vertebralis & secara sekunder mengenai MS.

Ä      Lokasi pertumbuhan tumor pada 1/3 kasus adalah paru-paru, 1/3 kasus pada payudara & 10% tidak terdeteksi.

Ä      Gejala klinis :

Nyerip ada 2/3 kasus (radikuler seperti memakai karset), kelumpuhan tungkai, gangguan sfingter.

Ä      X-Foto :

–          Normal

–          80-90% kasus akhirnya menjadi abnormal, terutama tumor Ca payudara.

Ä      Pengobatan :

–          Neurofibroma dan meningioma à eksisi radikal

–          Metastasis à pembedahan/radioterapi

–          Jika lesi multipel à radioterapi saja jika malignancy telah dipastikan.

Ä      Prognosis :

Tergantung pada sifat tumor primer.

KARSINOMATOSIS MENINGEAL

☺     Meningen terserang oleh jaringan tumor secara difs pada beberapa segmen.

☺     Tanda klinis :

  1. Gangguan MS
  2. nyeri hebat
  3. tanda fisik poliradikuler yang dapat melibatkan saraf-saraf kranial.

☺     Cairan otak :

  1. Protein meningkat, glukosa meningkat.
  2. Hitung sel meningkat
  3. sel-sel tumor dapat ditemukan dalam sedimen.

☺     Suatu tumor primer paling sering :

  1. Adenokarsinoma lambung
  2. Adenokarsinoma paru
  3. Ca payudara

☺     Prognosis buruk, masa ketahanan hidup rata-rata 1 bulan.

SPONDILITIS TUBERCULOSA

  • Batasan :

Infeksi kronis oleh granulomatosis yang disebabkan oleh Mikobacterium TBC.

  • Patofisiologi :

–          Sekunder dari TBC tempat lain

–          Sering terkena : vertebral bodies = Pott’s Diseasse.

  • Lokasi tersering
  • Penyebaran hematogen :
  1. torakal bawah
  2. torakolumbal
  3. lumbal bagian atas.
  • Terbentuk ” TUBERCOLUS SQUESTRA”
  • Tubercolus granulation tissue à penetrasi korteks à abses paravertebra.
  • Kerusakan bagian anterior vertebra à KIFOSIS
  • Gejala klinis :
  1. Gejala umum :

–          KU menurun

–          Anoreksia, malaise, sumer-sumer, gejala TBC pada umumnya.

  1. Gejala lokal :

–          Nyeri pinggang

–          Gibus

–          Abses dingin

  • Diagnosis :
  • Penatalaksanaan :
  • Komplikasi :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s