Penanganan Letak Lintang

Posted: Maret 13, 2010 in Uncategorized

Letak lintang adalah bila sumbu memanjang janin menyilang sumbu sumbu memanjang ibu secara tegak lurus atau mendekati 90 derajat.1­ Jika sudut yang dibentuk kedua sumbu ini tajam disebut oblique lie, yang terdiri deviated head presentation (letak kepala mengolak­­) dan deviated breech presentation (letak bokong mengolak). Pada umumnya bokong berada sedikit lebih tinggi dari pada kepala janin, sedangkan bahu berada di pintu atas panggul, hal ini disebut juga shoulder presentation (presentasi bahu).1,2,3

Menurut letak kepala terbagi atas: letak lintang I kepala di kiri dan letak lintang II kepala di kanan. Menurut posisi punggung terbagi atas: dorso anterior (di depan), dorso posterior (di belakang), dorso superior (di atas), dorso inferior (di bawah).1

Setiap kehamilan dan persalinan tentu ada resikonya, tetapi yang dimaksud ialah kehamilan dan persalinan dengan resiko meningkat (High Risk Pregnancy). Kira-kira 20-30 % dari kehamilan dan persalinan mengandung resiko yang meningkat.3

Letak lintang adalah situasi yang beresiko tinggi bagi ibu dan bayi. Letak lintang dapat meningkatkan resiko tali pusat menumbung antara 7-14 %. Angka bayi lahir mati lebih tinggi dua sampai tiga kali untuk letak lintang.4

  1. ETIOLOGI

Penyebab dari letak litang sering merupakan kombinasi dari berbagai faktor, sering pula penyebabnya tetap merupakan suatu misteri. Faktor-faktor tersebut adalah:1,2,3,5,6,7

– Fiksasi kepala tidak ada, karena panggul sempit, hidrosefalus,

anensefalus, plasenta previa, dan tumor-tumor pelvis.

– Janin sudah bergerak pada hidramnion, multiparitas, anak kecil, atau

sudah mati.

– Gemelli (kehamilan ganda)

– Kelainan uterus, seperti arkuatus, bikornus, atau septum

– Lumbar skoliosis

– Monster

– Pelvic kidney dan kandung kemih serta rektum yang penuh

III.       ANGKA KEJADIAN

Angka kejadian letak lintang berkisar antara 0,5 – 2 %.1 Beberapa rumah sakit di Indonesia melaporkan angka kejadian letak lintang, antara lain : RSUP Dr. Pirngadi Medan 0,6 %; RS Hasan Sadikin Bandung 1,9 %; RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo selama 5 tahun 0,1 % dari 12.827 persalinan.2

  1. DIAGNOSIS

Diagnosis letak lintang dapat ditegakkan melalui pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.1 Pada inspeksi uterus tampak lebih melebar dan fundus uteri lebih rendah, tidak sesuai dengan umur kehamilannya. Pada palpasi fundus uteri kosong, kepala janin berada di samping dan di atas simfisis juga kosong, kecuali bila bahu sudah turun ke dalam panggul.2 Kalau teraba tahanan dibagian depan, maka punggung ada di bagian depan. Sebaliknya kalau teraba tonjolan-tonjolan atau bagian-bagian kecil maka punggung terletak di bagian belakang.3 Denyut jantung janin ditemukan disekitar umbilikus. Apabila bahu sudah masuk kedalam panggul, pada pemeriksaan dalam dapat diraba panggul dan tulang-tulang iga. Bila ketiak dapat diraba, arah menutupnya menunjukkan letak dimana kepala janin berada. Punggung dapat ditentukan dengan terabanya skapula dan ruas tulang belakang, sedangkan dada dengan terabanya klavikula.2 Seringkali salah satu lengan mernumbung dan untuk menentukan lengan mana yang menumbung kita coba berjabat tangan, kalau dapat berjabatan maka ini tangan kanan.3 Kadang-kadang dapat pula diraba tali pusat yang menumbung.2

  1. MEKANISME PERSALINAN

Pada letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin  cukup bulan, tidak dapat terjadi persalinan spontan. Bila persalinan dibiarkan  tanpa pertolongan, akan menyebabkan kematian janin dan ruptura uteri.2 Janin hanya dapat lahir spontan, bila kecil (prematur), sudah mati dan menjadi lembek, atau bila panggul luas.1 Janin lahir dalam keadaan terlipat melalui jalan lahir (konduplikasio korpore) atau lahir dengan evolusio spontanea menurut cara Denman  atau Douglas.1,2,3

  1. Menurut Denman

Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong, perut, dada, dan akhirnya kepala.

  1. Menurut Douglas

Bahu diikuti oleh dada, perut, bokong, dan akhirnya kepala.

Konduplikasio korpore adalah keadaan dimana kepala dan perut berlipat bersama-sama memasuki panggul.1 Kalau letak lintang dibiarkan, maka bahu akan masuk kedalam rongga panggul, turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi seluruhnya oleh badan janin. Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. Hal ini disebut letak lintang Kasep = Neglected Transverse Lie1,2,3

  1. PROGNOSIS

–                     Bagi ibu1,2

Bahaya yang mengancam adalah ruptura uteri, baik spontan, atau sewaktu versi dan ekstraksi. Partus lama, ketuban pecah dini dengan demikian mudah dapat infeksi intrapartum.

–                     Bagi janin1

Angka kematian tinggi (25-40%), yang dapat disebabkan oleh:

1). Prolapsus funikuli

2). Trauma partus

3). Hipoksia karena kontraksi uterus terus menerus

4). Ketuban pecah dini

VII. PENANGANAN

  1. Dalam kehamilan

Usahakan jadi letak membujur (kepala atau bokong) dengan melakukan versi luar pada primi dengan usia kehamilan 34-38 minggu, atau multi pada kehamilan 36-38 minggu.1,2,8

  1. Dalam persalinan

Janin dapat dilahirkan dengan cara:1,2

– pervaginam, yaitu dengan:

– versi dan ekstraksi

–  embriotomi (dekapitasi-eviserasi) bila janin sudah meninggal

Syarat versi:9

  1. Diameter pembukaan <4 cm
  2. Ketuban belum pecah
  3. Anak hidup
  4. Dapat lahir pervaginam
  5. Bagian terendah masih dapat didorong keatas

Kontra indikasi versi:1,9

  1. Syarat tidak terpenuhi
  2. Keadaan yang membahayakan ibu dan anak

–         plasenta previa/solutio plasenta

–         hipertensi/preeklamsia

–         cacat rahim

  1. Gemeli
  2. Tanda ruptura uteri imminens
  3. Primi tua

Tahapan versi:8,9,10

  1. Mobilisasi
  2. Eksentrasi
  3. Sentrasi
  4. Rotasi
  5. Fiksasi
  6. Kontrol (BJA)

– perabdominam, yaitu dengan

– seksio sesarea

Menurut Eastman dan Greenhill.1

  1. Bila ada panggul sempit seksio sesarea adalah cara yang terbaik dalam segala letak lintang, dengan anak hidup.
  2. Semua primi gravida dengan letak lintang harus ditolong dengan seksio sesarea walaupun tidak ada panggul sempit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s