Prinsip Kemoterapi

Posted: Maret 11, 2010 in Uncategorized

Tiga cara utama pengobatan kanker – Operasi

– Radioterapi

– Kemoterapi

Kemoterapi dimulai pada tahun 1942 ketika ditemukannya nitrogen mustard Etiologi Kanker Pertumbuhan abnormal dari sel kanker disebabkan oleh adanya perobahan pada DNA yang disebabkan oleh bahan kimia, virus, radiasi dll HUBUNGAN KEMOTERAPI DAN GROWTH FRACTION Growth fraction dari jaringan adalah penentu utama kepekaannya terhadap kemoterapi Growth Fraction = proliferasi sel /G0 Kepekaan antikanker • Lebih peka pada sel kanker yang mempunyai nilai growth fraction tinggi • Sel normal yang mempunyai growth fraction tinggi seperti sumsum tulang, epitel sal.pencernaan, folikel rambut, dan sel-sel pembentuk sperma • Growth fraction tumor solid rendah, • Growth fraction kanker diseminated tinggi (leukemia dan limfoma), kepekaan tinggi HAMBATAN KEMOTERAPI – Toksisitas pada sel normal • Dosis tidak boleh melebihi kemampuan toleransi dari sel normal • Tidak selektif (seperti antimikroba) – Sel kanker harus mati 100% • Satu sel saja dapat berproliferasi • 100% mati tidak mungkin dicapai karena sulit diketahui kapan hal ini telah dicapai – Kesulitan diagnosa dini • Diagnosa dini sulit kecuali kanker serviks (teknik Pap Smear) • Diagnosa lanjut telah terjadi: 1. Metastase 2.Tumor menjadi kurang peka thdp obat 3. Keadaan umum penderita telah menurun – Tumor solid kurang berespons • Penurunan growth fraction, sel G0 bertambah (Gompertzian kinetics) • Kepekaan tumor solid ditingkatkan dengan debulking (operasi atau radiasi) supaya terjadi recruitment Gompertzian tumor growth curve showing the relationship between tumor size and clinical status – Resistensi obat • Sel kanker dapat berubah menjadi resisten terhadap obat (mutasi) • P-glucoprotein bekerja memompa obat keluar dari sel – Heterogenitas sel tumor Tumor mengandung populasi sel yang berbeda-beda dalam: • Morfologi • angka pertumbuhan • kemampuan metastasis – Keterbatasan obat mencapai sel tumor • Lokasi tumor yg sulit mendapat suplai darah menyebabkan jumlah obat yang masuk terbatas • Tumor solid besar,vaskularisasinya sedikit • Antikanker sulit melewati sawar otak STRATEGI MENCAPAI EFEK MAKSIMUM KEMOTERAPI • Pemberian intermiten • Pemberian kombinasi • Mengoptimasikan jadwal pemberian • Pemberian regional STRATEGI MENCAPAI EFEK MAKSIMUM KEMOTERAPI Pemberian intermiten • Tujuan kemoterapi ialah mematikan sel neoplastik 100% sambil membatasi kematian sel normal • Sel normal diberikan kesempatan untuk bertumbuh lagi STRATEGI MENCAPAI EFEK MAKSIMUM KEMOTERAPI Pemberian kombinasi – Lebih efektif dari satu obat – Keuntungan: 1. Mengurangi resistensi obat 2. Meningkatkan daya mematikan 3. Mengurangi kerusakan sel normal Single Drug Treatment Versus Combination Chemotherapy Type of Cancer Method of Treatment and Drug Employed Percent of Patients With Complete Remission Acute lymphocytic leukemia of childhood Hodgkin’s disease Single Drug Therapy Daunorubicin Prednisone Vincristine Combination Chemotherapy Prednisone + vincristine Prednisone + vincristine +daunorubicin Single Drug Therapy Vincristine Prednisone Procarbazine Mechlorethamine Combination Chemotherapy Vincristine + prednisone + mechlorethamine + procarbazine 38 63 57 90 97 <10 < 5 <10 20 81 Responses of cyclophospamide and vincristine alone and in combination Therapeutic Regimen Anticancer Effect Toxicity Neutropenia Neurotoxicity Cyclophospamide Vincristine Cyclophospamide + Vincristine ++ ++ ++++ ++ “0” ++ “0” ++ ++ Acuan untuk memilih obat: 1. Obat harus efektif pada pemberian tunggal 2. Tiap obat harus mempunyai mekanisme berbeda 3. Obat-obat harus mempunyai efek toksik yang berbeda STRATEGI MENCAPAI EFEK MAKSIMUM KEMOTERAPI Mengoptimasikan jadwal pemberian Effect of Dosing Schedule on Therapeutic Responses Experimental group Dosage size Dosing schedule Mice surviving I II 240 mg/kg 15 mg/kg 1 dose/day* 8 dose/day* None 100% * Cytarabine was administered on days 2, 6, 10, 14 after mice were inoculated with leukemia cells STRATEGI MENCAPAI EFEK MAKSIMUM KEMOTERAPI Pemberian regional • Daya mematikan tinggi • Toksisitas sistemik rendah • Teknik (intra arteri, intrathecal, intrakavitas) PENATALAKSANAAN TOKSISITAS ANTIKANKER Penekanan sumsum tulang 1. Neutropenia, pemberian CSF, GM-CSF 2. Trombositopenia, pemberian platelet 3. Anemia, jarang terjadi PENATALAKSANAAN TOKSISITAS ANTIKANKER Gangguan saluran pencernaan growth fraction tinggi sehingga terjadi stomatitis dan diare, kemoterapi dihentikan rangsangan pada zona triger kemoreseptor sehingga terjadi mual muntah, premedikasi antimuntah PENATALAKSANAAN TOKSISITAS ANTIKANKER Toksisitas penting lainnya – Alopecia – Toksisitas alat reproduksi – Hiperuricemia PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK PENGOBATAN • Penderita harus dijelaskan baik buruknya • Tiga keuntungan: sembuh, paliatif, perpanjangan hidup • Keadaan umum penderita berdasarkan Karnofsky Performance Scale (<40 tidak sanggup menerima kemoterapi) Karnofsky Performance Scale Definition Percent Criteria Able to carry on normal activity and work; no special care needed 100 90 80 Normal; no complain; no evidence of disease Able to carry on normal activity; minor signs or symptom of disease Normal activity with effort; some signs or symptom of disease Unable to work; able to live at home and care for most personal needs; a varying amount of assistance needed 70 60 50 Cares for self; unable to carry on normal activity or do active work Requires occasional assistance; able to care for most needs Requires considerable assistance and frequent medical care Unable to care for self; requires equivalent of institutional or hospital care; disease may be progressing rapidly 40 30 20 10 0 Disabled; requires special care and assistance Severely disabled; hospitalization is indicated although death or imminent Very sick; hospitalization necessary; active supportive treatment necessary Moribund; fatal processes progressing rapidly Death KLASIFIKASI OBAT ANTIKANKER 1. Cytotoxic – Alkylating agents  Nitrogen mustard o Cyclophosphamide o Chlorambucil o Ifosfamide o Melphalan o Mechlorethamine  Nitrosoureas o Carmustine o Lomustine o Streptozocin  Ethylenamines o TEM o Thiotepa o Altretamin  Triazenes o Dacarbazine  Others o Busulfan o Carboplatin o Cisplatin – Antimetabolits  Folic acid analogues o Methotrexate  Pyrimidine analogues o Cytarabine o Fluorouracil o Floxuridine o Gemcitabine  Purine analogues o Mercaptopurine o Thioguanine o Fludarabine o Pentostatine o Azathioprine o Cladribine – Antitumor antibiotics  Bleomycin  Dactinomycin  Daunorubicin  Doxorubicin  Idarubicin  Epirubicin  Mitomycin  Mitoxantrone  Plicamycin – Mitotic inhibitors  Vinblastin  Vincristine  Vinorelbine  Paclitaxel  Docetaxel – Miscellaneous 2. Hormones and hormone antagonists  Androgen • Fluoxymesterone • Testosteron  Antiandrogen • Flutamide  Estrogen • Diethylstilbestrol • Ethinyl estradiol  Estrogen mustard • Estramustine  Antiestrogen • Tamoxifen  Progestins • Medroxyprogestero • Megestrol  Gn-RH analogues • Leuprolide • Goserelin  Glucocorticoid • Prednisone 3. Bilogic Respons Modifiers  Interferon alfa-2a  Interferon alfa-2b  Interleukin-2 (aldesleukin)  Levamisole 4. Epipodophyllotoxins  Etoposide  Teniposide 5. Enzyme  L-Asparginase 6. Miscellaneous  Hydroxyurea  Procarbazine  Mitotane Obat alami produksi TRADIMUN Nama Kandungan Curlonga Curzedo Androhep No-Flam Gynura Allium Crucifera Centella Aloe Typhonium Vinca Solanig Phylanthus Morinda Benalu Kunir/Kunyit Kunir putih Sambiloto Jinten hitam Sambungnyowo Bawang putih Sawi putih Pegagan Lidah buaya Keladi tikus Tapak dara Solanumnigrum Meniran Mangkudu Benalu buah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s