Kata-kata yang terurai

Posted: Februari 13, 2010 in Uncategorized
Tag:

Ann:

“kata-kataku terurai

hanya lewat titik-titik bening di kabut dini hari ini..

sesaat sebelum embun jatuh

dan rasa meresap lenyap,

doaku adalah harap tanpa kata..”

Deni(ed):

“Ketika kata terurai lewat airmata,

harus ada belahan jiwa yang mengobati..

karena jika tidak,

belahan jiwa itu akan hilang

terganti waktu dalam setiap embun yang menetes dipagi hari…”

Ann:

“Ketika harap adalah doa tanpa kata,

harus ada hati yang lapang dalam damba

seperti biru langit pada sinaran surya

yang selalu & pasti ada walau tak jarang tertutupi mendung..”

Deni(ed):

“Dambaku pada biru langit

tertutup awan hitam dan badai yang tak menentu..

kehilangan arah tujuan harapan,

hanya berdoa bahwa ku dapat sampai

pada waktu semua reda serta dapat melihat pelangi,

karena jika tidak maka ku telah hilang

beserta semua rasa itu ditelan badai….”

Ann:

“Doaku untukmu

di bawah langit hitam & di tengah gelora;

‘labuhkanlah dambanya di dermaga  pelangi

setelah sayap-sayapnya mejadi teguh ditempah badai

& jangan sampai biduknya remuk tertelan rasa”

….

Komentar
  1. iin syah mengatakan:

    Manis banget…

  2. anna fardiana mengatakan:

    puisinya bagus..
    btw, kok namanya jepang gitu.. seiri.. ada turunan jepang kah?🙂

  3. theodora mengatakan:

    terimakasih dah menjawab pertanyaanku kemaren ke blogku……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s