Answer of

Posted: Januari 19, 2010 in Uncategorized

Selembar traktat tertiup terbawa angin, terguling-guling sebelum akhirnya berhanti dan terbuka, menggelitik keingintahuan siapa saja yang mendapatkannya. Inilah isinya:
Apakah TUHAN menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada?
Apakah TUHAN menciptakan kejahatan?

Seorangprofesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan seperti ini:
“Apakah TUHAN menciptakan segala yang ada?”
Seorang mahasiswa dengan berani berusaha manjawab,
“Betul, Prof. Dia yang menciptakan semuanya”.
“TUAHN yang menciptakan semuanya?” tanya Profesor sekali lagi
“Ya, Prof. Semuanya.” Kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu kemudian menjawab,
”Jika TUHAN menciptakan segalanya, berarti TUHAN menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita dapat berasumsi bahwa TUHAN itu adalah kejahatan.”
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa yang lain mengangkat tangan dan berkata,
“Profesor, bisa saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja.” Jawab Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,
“Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu ya?”ujar Profesor diiringi gelak tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu mnjawab,
“Kenyataannya, Prof. Dingin itu tidak ada”
Lanjutnya,
“menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -46 derajat Farenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bereaksi pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata ‘dingin’untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Mahasiswa itu melanjutkan,
“profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab,
“Tentu saja ada.”
Mahasiswa itu menjawab,
“Tentu saja Anda salah, Prof. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, sedangkan gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya, menjadi bebebrapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Kita bisa mengukur kecepatan cahaya dan mempunyai satuan untuk kecerlangan serta intensitass cahaya. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya,
“Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang Profesor itu menjawab,
“Tentu saja, seperti yang kukatakan tadi. Kita meliahat setiap hari di koran dan di TV, banyak perkara kriminal dan kekerasan di anatara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan itu si mahasiswa menjawab,
“Sekali lagi anda salah, Prof.
Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan TUHAN. Seperti dingin dan gelap, kejahatan itu adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan kadaan TUHAN.
TUHAN tidak pernah menciptakan kejahatan.
Kejahatan adalah hasil dari tidakadanya kasih kepada TUHAN di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor terdiam…….

Hidup ini keras.
Tidak ada yang mudah dijalani.
Nabi palsu, saudara palsu,sahabat palsu, ajaran-ajaran tentang keselamatan yang palsu ada di sekitar kita, semuanya itu berusaha untuk menjauhkan kita dari ALLAH.
Kebenaran yang sesungguhnya menjadi langka di tengah pergolakan logika dan rasio.
Tekanan, pergolakan, pergumulan yang berusaha diselesaikan sendiri memecah belah pribadi tiap orang yang tidak belajarmenyerahkan masalahnya kepada ALLAH. Serangan demi serangan yang dilancarkan roh jahatmencabik-cabik mereka yang tidak mau percaya kepada ALLAH sekalipun predikatnya Kristen. Ini fakta.

Kakos (Greek): jahat dalam karakter, moral dan sikap.

Ketidakpuasan dan ketidakikhlasan dalam menjalani pembentukan ALLAH dapat mengubah kita menjadi jahat, bukan hanya dalam tindakan moral, atau sikap, bahkan karakter. Dan semua itu dimulai dari hati
“Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada TUHAN, supaya Ia mengampuni niat hatimu; sebabkulihat bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan.” Kisah Para Rasul 8:22-23

Poneros (Greek): setiap kejahatan membawa kesengsaraan, kesakitan bagi yang melakukannya.

ALLAH tidak pernah menciptakan kejahatan. Pesan-Nya jelas, berhentilah berbuat jahat, karena ALLAH membencinya.

AMIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s