Gangguan Kesadaran

Posted: Januari 3, 2010 in Uncategorized

Definisi :
Kesadaran
 Insaf diri & sekitar
 Terjaga dan waspada

Gangguan kesadaran:
– Aspek neurologis  penurunan kesadaran
– Aspek psikiatris  perubahan kesadaran

Penurunan kesadaran:
– Kualitatif  kompos mentis
somnolen
stupor/ sopor
semikoma
koma
– kuantitatif  skala koma glasgow

Kesadaran  2 aspek:
– kualitas kesadaran  fungsi hemisfer
– derajat kesadaran  lintasan difus ascending formatio reticularis di b.o.

Faal
• Lint. Aferen = lint. Sensorik spesifik  receptif primer cortex  kualitas kesadaran
• Lint. Sensorik non spesifik = difus ascending reticular system (aras)  menentukan derajat kesadaran  l.s.n.s  inti talamik  seluruh cortex
• cortex cerebri  pengemban kewaspadaan
• aras  penggalak kewaspadaan formatio reticularis :  supratentorial
 infratentorial

Koma berdasarkan anatomi / patofisiologi:
– Koma diensefalik
– Koma kortikal/ bihemisferik

Koma diensefalik:
A. Lesi supratentrorial  p desak ruang:
1. Herniasi gyrus cinguli
– pergeseran jaringan
– mendesak midline
2. Herniasi sentral
– menekan caudal
 rusak diencephalon bawah mesencephalon
3. Herniasi uncus
lobus temporalis  incisura tentorii
 n. III
• Kerusakan jaringan berdekatan
• Pergeseran
• Gangguan vaskularisasi
• Oedema
• Penekanan

B. Lesi infratentorial
1. Proses B.O. : nekrose, perdarahan
2. Proses di luar B.O./ Cerebellum :
→mendesak form. Reticularis :

Kompresi desak ruang infratentorial :
 mendesak formatio reticularis  koma
– tekanan langsung teg. Pontis
– herniasi mid brain & cerebellum
– herniasi caudal  hern.cerebellum for. magnum.

Penyebab desak ruang:
– infark luas
– perdarahan
– neoplasma
– abses cerebri
– trauma kepala: epidural, subdural

Koma Kortikal (Coma Bihemispheric Difus)
– Terganggu met. Neuronal  ke-2 hemisfer.
– Met. Oxidatif: + keseimbangan Na & K
+ neuro transmiter
+ mengolah katabolitresintesa enzym & unsur sel
Ggn aliran darah, toxin  paling sering koma m.

Sebab2 koma metabolik:
1. Metabolik primer:
– degenerasi subs. Grisea (alzheimer)
– degenerasi subs. Alba (peny. Schilder)
2. Metabolik sekunder  paling sering
– anoksia serebri
– gangguan metab. Karbohidrat
– koma uremikum
– koma hepatikum
– intoksikasi
– gangguan elektrolit
– heat stroke

A. Kedudukan struktur supra dan infratentorial yang normal
B. Desakan dari tumor yang menimbulkan:
1. Herniasi gyrus cinguli
2. Herniasi uncus
3. Kompresi rostrokaudal terhadap batang otak

Klasifikasi
I. Berdasarkan anatomi/ patofisiologi
– koma kortikal bihemisferik
– koma diensefalik
II. Koma berdasarkan gambaran klinik
– koma dengan defisit fokal
– koma dg tanda rangsangan meningeal (trm)
– koma tanpa defisit neurologis fokal/ trm

Gejala-gejala
• Sangat akut, akut, bertahap
• Tergantung penyakit yang mendasari : demam, kejang, hipertensi, ikterus, kaku kuduk, perdarahan telinga hidung, hematoma kaca mata

Pemeriksaan
– Anamnesa
– Pemeriksaan interna
– Pemeriksaan khusus

ANAMNESA
• Penyakit2 yg diderita sebelum koma
• Keluhan2 sebelum jatuh koma
• Obat-obat yg diminum
• Berangsur-angsur?
• Trauma kepala?

PEMERIKSAAN INTERNA
• Tanda2 vital : jalan nafas, respirasi, sirkulasi
• Nadi : frek, isi dan ritme
• Tensi : pengukuran kiri dan kanan
• Suhu baik rektal atau ketiak
• Bau pernafasan : alkohol, aseton
• Warna kulit : ikterus, sianosis
• Selaput mulut bibir : ada darah
• Kulit : bekas suntikan, kulit basah berkeringat, purpura, sianosis
• Turgor kulit (dehidrasi)
• Kepala : telinga, hidung keluar darah, keluar liquor
• Thorax : paru-paru dan jantung
• Abdomen : kandung kencing , liver >

PEMERIKSAAN NEUROLOGIS RUTIN
Pemeriksaan khusus :
1. Pemeriksaan derajat kesadaran
a. Penilaian kualitatif :
– kompos mentis
– somnolen/ drowsy
– stupor/ sopor
– semikoma
– koma
b. Penilaian kuantitatif à GCS

GLASGOW COMA SCALE (GCS)
A. KELOPAK MATA
– Spontan 4
– Perintah 3
– Rangsang nyeri 2
– Tidak bereaksi 1
B. KEMAMPUAN MOTORIK
– Menurut perintah 6
– Reaksi setempat 5
– Gerak fleksi & abduksi 4
– Gerak fleksi adduksi lengan & tungkai 3
– Ekstensi lengan & tungkai 2
– Tidak ada gerak 1
C. KOMUNIKASI/ BICARA
– Orientasi baik 5
– Jawaban kacau 4
– Kata tidak berarti 3
– Merintih 2
– Tidak ada suara 1

2. Pemeriksaan menetapkan letak proses
a. Observasi umum
b. Pengamatan pola nafas
c. Kelainan pupil
d. Refleks sefalik
e. Reaksi terhadap rangsangan nyeri
f. Fungsi traktus piramidalis

a. Observasi umum
– gerakan otomatik
– gerakan mioklonik
– letak lengan & tungkai
 fleksi  hemisfer
 ekstensi  batang otak
b. Pengamatan pola nafas
– cheyne stokes
– hiperventilasi neurogen sentral
– pernafasan apneustik
– pernafasan ataksik

c. Kelainan pupil
– besar pupil
– perbandingan besar
– refleks pupil
– reaksi konsensual pupil

d. Refleks sefalik batang otak
– refleks pupil  mesensefalon
– gerakan mata boneka
– refleks okulovestibular (tes kalori)
– refleks kornea
– refleks muntah

e. Reaksi terhadap rangsangan nyeri
– gerakan abduksi  fungsi hemisfer (+)
– gerak adduksi  fungsi tingkat bawah (+)
– fleksi lengan/ tungkai  lesi hemisfer
– ekstensi lengan/ tungkai  lesi b.o.
Pemeriksaan rangsangan nyeri:
– menekan pada jaringan di bawah kuku
– menekan supra orbita
– menekan sternum

f. Fungsi traktus piramidalis (UMN)
– kelumpuhan
– refleks tendon
– tonus otot

– Laboratorium
– darah rutin
– kadar gula darah
– elektrolit
– fungsi ginjal
– fungsi hati
– elektrolit
– gas darah
– Lumbal pungsi bila tidak ada kontraindikasi
– Oftalmoskop
– EEG
– CT-Scan : pada tumor, infark luas, perdarahan, hidrosefalus  CT Scan bermanfaat

Pemeriksaan CITO terutama kadar gula, hematokrit, Hb, elektrolit

Follow up
– Derajat Kesadaran
– Pernafasan
– Tekanan Darah
– Nadi
– Pupil
– Kelumpuhan – Suhu
Prognosa buruk
– Ref. Sefalik (-)
– Pupil Lebar, Ref. Cahaya (-)
– Derajat Kesadaran (GCS) 1/1/1

Penanganan koma
Tata laksana koma meliputi 3 hal :
1. Life saving  pada 5 B
Breath  bebaskan jalan nafas
Blood  memantau tensi, jantung, komp.darah
Brain  menjaga fungsi otak optimal
Bladder fungsi vesika urinaria  psng kateter
Bowel  perhatikan nutrisi dan fungsi usus, pasang ngt

Tindakan pada penderita koma:
o Beri oksigen
o Beri cairan infus
o Pertahankan sirkulasi darah secara optimal
o Turunkan tekanan intrakranial
o Hentikan setiap serangan kejang
o Obati infeksi yang ada
o Perbaiki keseimbangan cairan elektrolit
o Perhatikan suhu tubuh

2. Terapi etiologi
Pengobatan berdasar kausa
o Epidural bleeding  tindakan operasi
o Meningoensefalitis oleh bakteri  antibiotika dosis tinggi
o Hipertensi ensefalopati  turunkan tensi
o Status epilepsi  diazepam iv 10 mg
o Paralisis progresif  landry  perawatan intensif sesak nafas
o hipoglikemi  bolus glucose 40% IV dsb.

3. Perawatan umum

Komentar
  1. Tukang koment mengatakan:

    Info yang bagus…
    semoga saya selalu sadar. he..he..

  2. YESHA COBAIN mengatakan:

    percuma..
    patofisiologinya kgak ada bagannya…

  3. ulva kurya mengatakan:

    asslm.terima kasih ya ats ilmux…
    semoga bs mjd tambahn ilmu sy utk mengampuh mata kuliah2 kebidanan di kampus utk mhasiswa.

  4. machfud14 mengatakan:

    tolong jelaskan proses terjadinya gangguan kesadaran akibat uremikum sindrom?
    trima kasih
    tolong di blz penting…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s