Mycobacterium

Posted: Desember 11, 2009 in Uncategorized

Mycobacteria → bakteri btk batang, aerob, tahan asam, tdk bergerak, tdk bersimpai, tdk berspora, tumbuh lambat, tdk tumbuh pd perbenihan biasa tapi perbenihan khusus (Lowenstein Jeensen).

Mycobacteria pathogen adalah suatu golongan mycobacteria yg dpt menyebabkan penyakit pd mc tdd :

  1. M. tuberculosis
  2. M. leprae
  3. M. atypical

M. tuberculosis

  1. DEFINISI

Tuberculosis adalah suatu penyakit infeksi kronis yg disebabkan oleh kuman M. tuberculosis dan menyerang seluruh jaringan tubuh mc terutama paru2, ginjal, tulang, sendi, lymph dan otot.

Tuberculosis dpt tjd infeksi primer dan sekunder.

  1. MORFOLOGI DAN STRUKTUR
  1. Morfologi

Btk batang langsing lurus atau agak bengkok berukuran panjang 0,1 – 4 µm, lebar 0,2 – 0,8 µm, sendiri2 atau berkelompok, tdk berspora, tdk bersimpai

  1. Sifat

Tdk bergerak, gram (+), tahan asam, tdk diwarnai scr merata (terlihat spt manik2), obligate aerob

  1. Struktur dinding sel
  1. Superficial lipid (cord factor) thebolese di mycolate berfx sbg virulensi dengan pencegahan migrasi lekosit yg menyebabkan granula kronik dan adjuvant imunologi
  2. Mycolit acid panjang R1 – R2 = 70 – 90 berfungsi sbg daya tahan thd asam
  3. Wax D dpt merangsang tjdnya respon imun, pd lapisan ini tjd hipersensitivitas lambat dan merangsang tjdnya kekebalan Freundis complete adjuvant. Muramy dipeptide pd peptidoglikan yg mjd mediated adjuvant
  1. PATOGENESIS

Sumber penularan dari orang ke orang disekitarnya mll kontak langsung, dioplet kemudian menimbulkan 2 tipe lesi yaitu :

  1. Eksudatif lesi berupa infeksi akut atau infeksi primer dg tanda2 lekosit PMN, monosit pd jaringan paru.
  2. Granuloma lesi berupa infeksi sekunder yg ditandai dg sel raksasa berupa tuberkel basil disekeliling epiteloid dan daerah perifer disekeliling fibroblast, limfosit dan monosit kemudian tjd jaringan fibrosa perifer dan sentral nekrosis kaseosa disebut tuberkel .
  1. IMUNITAS DAN HIPERSENSITIVITY
  1. Seluler imunity : timbul selama infeksi primer yg tdk mematikan shg meningkatkan kemampuan untuk melokalisasi basil tuberkel dan sel2 mononuklear dg jelas, dpt membatasi perkembangbiakan organisme.
  2. Purified Protein Derivat (PPD) = derivat protein murni adalah suatu zat yg dipilih untuk tes kulit yg telah distandarisasi dg rx biologi sbg Tuberculin Unit (TU) dg potensi penentuan biologic yaitu mll ukuran rx pd orang.

Tes tuberculin (+) dg indurasi 10 mm selama 48 – 72 jam setelah injeksi interdermal artinya telah mengalami infeksi 4 – 6 minggu.

  1. GEJALA KLINIK

Panas, lemah, berkeringat malam, BB ↓, batuk2, hemoptisis, badan kurus, sakit dada, anemia

  1. DIAGNOSA LAB
  1. Bahan pemeriksaan : sputum, cairan lambung, urine, cairan pleura, cairan otak, cairan sendi, dan bahan biopsy
  2. Pewarnaan 3 cara yaitu :
    1. Ziehl Neelsen
    2. Tan Thian Hok (Kinyoun Gabbet)
    3. Auramin Phenol Fluorochrome
  3. Pemeriksaan mikroskopik
    1. pemeriksaan mikroskopik untuk diagnostic adalah paling tepat, termudah, tercepat dan termurah
    2. pemeriksaan mikroskopik terlihat kuman berwarna merah latar belakang biru, hasil (+) bila kurang 5000 – 10000 / ml bahan
    3. pemeriksaan mikroskopik fluorosens dg perwarnaan auramin
  4. Perbenihan atau pembiakan
    1. pembiakan dpt dilakukan apabila dg pemeriksaan mikroskopik (-) dg menggunakan Lowenstein Jeensen juga merupakan media selektif
    2. pembiakan juga dpt dilakukan untuk tes kepekaan kuman thd obat2an
    3. p’tumbuhan kuman BTA sampai 6 minggu dieramkan pd suhu 35-370C dg koloni permukaan warna kuning susu atau cream
  5. Pengobatan

Pengobatan multiple drug digunakan umtuk mencegah obat yg resisten.

Contoh : INH merupakan bactericidal Rifampicin + Ethanubutol + Isomiazid selama 6 – 9 bulan

M. leprae

A. DEFINISI

Leprosy adalah suatu penyakit infeksi yg menahun disebabkan oleh kuman M. leprae dan menyerang jaringan tubuh (kulit, saraf tepi, hidung, farings, mata dan testis)

B. SIFAT PENTING

  1. Basil tahan asam, tunggal, sejajar atau massa berbtk bola ukuran 4 – 5 µm, langsing, agak bengkok atau lurus, terwarnai scr merata, kuman yg mati pecah2 tdk teratur
  2. Tdk dpt dibiakkan scr in vitro tapi scr in vivo pd mc
  3. T4 biakan paling baik pd mouse foat pad atau armadillo
  4. Pembiakan dg menggunakan temperature dibawah suhu badan

C. TRANSMISI

  1. Kontak lama dg penderita lepromatosa yg mengandung jumlah banyak M. leprae pd secret hidung dan lesi mulut.
  2. Masa inkubasi 2 – 10 tahun tanpa profilaksis

D. PATOGENESIS

Penyakit lepra menular mll kontak langsung dari penderita

  1. Pada permulaan menyerang jaringan kulit, saraf tepi, hidung, farings, mata, testis. Btk macula pucat dan anastetik ukuran 1 – 10 cm, nodula infiltrate dg eritema difus atau tersendiri ukuran 1 – 5 cm, infiltrate kulit yg tersebar, ggn neurologic berupa infiltrasi, penebalan saraf akibat anaestesi, neuritis, parastetic, ulcus trofik, resorbsi tulang dan pemendekan jari2, kalau tdk di absorpsi perusakan btk tube krn infiltrasi kulit dan serangan saraf
  2. Penyakit ada 2 tipe :
    1. Lepromatosa : progretif dan ganas (+) lesi nodula kulit saraf terserang simetri dan lambat, batang tahan asam, banyak pd lesi kulit, bakterimia (+), lepromin test (-), imunitas berperantara (-).
    2. Tipe tuberkuloid : perjalanan penyakit jinak dan tdk progresif, lesi makuler pd kulit, saraf terserang hebat, mendadak, asimetri, basil sedikit pd lesi, test kulit lepromin (+), imunitas perantara, sel utuh, kulit terinfiltrasi dg sel T penolong, anemia, limfadenopati, amiloidosis
Sifat-sifat Lepra lepromatosa Lepra tuberkuloid
Imunitas seluler Kurang Adekuat
Uji lepromin +
Kuman lepra pd kelainan Banyak Jarang
Sel2 radang Infiltrasi hebat, lekosit berinti tunggal n sel plasma Infiltrasi dg sedikit sel2 radang
Kelainan Penyakit berat dg kelainan berukuran 1-2 cm, mula2 timbul pd muka, cuping telinga n terletak pd kulit serta jaringan subkutan Penyakit kronik dg disertai kelainan berupa bercak2 kecil asimetri dg tepi yg menonjol. Bercak2 ini dpt jg besar n menonjol
Letak kelainan Dpt timbul pd muka, anggota tubuh, leher (menyebar ke ketiak, lipat paha n peritoneum) Timbul pd muka, daerah bokong dan tungkai
Kelainan pd selaput lender, kelenjar getah bening, mata n alat2 dlm Sering Tdk / jarang
Kelainan saraf Simetris Saraf tepi akan menebal (N. ulnaris, perinealis n aurikularis)
Facies leonina (muka singa) Ada Tdk ada
Antibodi terhadap mikobacterium Ada Mungkin ada
Prognosis Buruk baik

E. DIAGNOSA LAB

  1. Bahan

Kerokan kulit, kerokan selaput mukosa hidung dg pisau scalpel, bahan dari biopsy kulit daun telinga

  1. Pemeriksaan mikroskopik
    1. pengambilan jaringan kulit epidermis dan dermis
    2. pembuatan preparat
    3. pengecatan cara Ziehl Neelsen (Kinyoun Gabbet)
    4. pembiakan hasil BTA warna merah dg btk

–         solid : batang utuh

–         fragmented : batang terbagi mjd titik2

–         globus : batang berkelompok

–         clumps : batang berkelompok dlm jumlah banyak

  1. penilaian

(-) : tdk ditemukan BTA dlm 100 LP

(+) 1 : ditemukan 1 -10 BTA dlm 100 LP

(+) 2 : ditemukan 1 – 10 BTA dlm 10 LP

(+) 3 : ditemukan rata 1 – 10 BTA dlm 10 LP

(+) 4 : ditemukan > 10 BTA / 1 LP

(+) 5 : ditemukan > 100 BTA / 1 LP

(+) 6 : ditemukan > 1000 BTA / 1 LP

  1. Perbenihan dan kultur

Blm dpt ditanam

  1. Uji kulit lepromin (untuk prognosis)

0,1 ml antigen lepromin disuntikkan scr subkutan, rx terlihat (+) bila ada indurasi membesar dg ukuran garis tengah 10 mm / 3-5 hari atau garis tengah mjd 2-4 mm / 3-4 minggu. Bening dan mjd nekrosis, ulkus yg menyembuh setelah berminggu-minggu

F. PENGOBATAN

  1. AB Dapson (golongan sulfon) diberikan 3 – 4 tahun
  2. AB Rifampicin
  3. Kolfazimin 100 – 300 mg/hari (bila resisten thd sulfon)
  4. kemungkinan pemberian vaccine lepra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s