Disfagia e.c susp. Tumor Oesophagus

Posted: Oktober 11, 2009 in Uncategorized
Itu judul Wdx dari pasien gw yang baru saja masuk n langsung ke kamar B3 yang sehari sebelumnya dah kosong.
Di tempat yang sekarang nggak terlalu sibuk namun harus nunggu sampe pulang jam 16.00 kalo nggak terlambat co as jaganya.
Dah makan maaar kenapa masih ingin jajan lagi ya?
Mungkin karena pengaruh gw agak setress beberapa waktu ini.
Nilai ujian Neurologi tinggal diambil, tapi gw belum juga menghadap Supervisor penguji untuk ambil nilai. Alasannya jauh….
Hehehe dassar malas ya tetap apa-apa jadi alasan..
Dan akhirnya dari pda bengong, maka gw mulai berkarya…
Suka banget dengan puisi-puisi dan sejenisnya, dasr orang melow di mana-mana bisa jadi ‘hujan’ hehehe nggak papa lah yang penting bisa jadi diri gw sendiri…
Tapi ngomong-ngomong tentang diri gw, perasaan gw niy agak berubah beberapa bulan terakhir… Aneh.. padahal cuman gara-gara hal yang menurut gw sepeleh, tapi ada benarnya juga kalo hal-hal yang sepeleh yang ditumpuk-tunpuk bisa jadi so significant, apalagi pengaruhnya yang nggak gw sangka-sangka..
Gw mengalami penurunan..
Jadi mundur sama seperti tahun lalu… Dingin..
Sedih juga, tapi mau gimana lagi?
mungkin butuh waktu yang lebih banyak untuk kembali terapi n menyembuhkan diri…
(sapa suruh kwa….!!)

” Sesaat setelah hujan redah
ternyata aku bisa juga melihat bayangan itu
dan kemudian tak bisa berkata apapun
tak bisa tersenyum apalagi mendesah sekalipun
Entahlah…
aku juga bingung kenapa ku bernyanyi di bawah bintang-bintang namun mengabaikan bayangan embun yang kunyanyikan….
Ummmmhhh………..
Mungkin lebih baik lupakanlah, Sayang
Bayang-bayang yang ku sayang
selama ini terbuai angan dan hasrat yang bercampur mimpi-mimpi waktu lalu

Kita ternyata tak pernah bertemu
aku terlalu takut mencintai lagi dan kau terlalu ragu
aku terlalu terlalu cepat menyimpul rasa dan kau terlalu jauh
aku terlalu berani mencuri bayangmu dan kau masih terlalu jauh
aku terlalu banyak menulis puisi dan kau terlalu takut salah
aku terlalu takut tersakiti lagi dan kau terlalu tak bisa disentuh
aku terlalu berpura-pura tak tahu dan kau terlalu angkuh
aku terlalu menghina resiko dan kau terlalu acuh
aku kemudian terlalu cemburu dan kau terlalu tak tersentuh
aku terlalu berani mengungkap rasa dan kau menjadi terlalu kaku
aku terlalu banyak merindu dan kau terlalu gagu
aku terlalu jauh berlari dan kau terlalu tak mau tahu
aku terlalu banyak berkata-kata dan kau diam seribu bahasa
aku terlalu terhanyut rasa dan kau terlalu beku
dan aku ngilu membeku
tak sanggup mengangkat muka dan memberimu senyum (yang ku simpan sejak dulu)
maafkan…
ternyata aku terlalu terluka…
Tak tahu kapan luka ini akan menyudah
tapi sudahlah…
Kita ternyata tak pernah benar-benar bertemu
Sayang,
kusesalkan warna merah jambu yang waktu itu menghias rasa
Mengapa tak jadi angin yang diabaikan
atau bayang-bayang di bawah malam yang tak tergapaikan
atau kayu yang diabukan api
atau awan yang dilenyapkan hujan
Mengapa cintaku tak sesederhana harapku????”
….
….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s